Tampilkan postingan dengan label B. Indonesia. Tampilkan semua postingan
Pengertian
Catatan kaki, atau dikenal dengan istilah footnote adalah keterangan tambahan yang terletak di bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks karya ilmiah oleh sebuah garis sepanjang dua puluh ketukan (dua puluh karakter).
Contoh penggunaan catatan kaki :
Ilmu dan Moral
Penalaran otak orang itu luar biasa, demikian simpulan ilmuwan kerbau dalam makalahnya, namun mereka itu curang dan serakah ... .1) Adapun sebodoh-bodoh umat kerbau, sungguh menggelitik nurani kita. Benarkah bahwa makin cerdas maka makin pandai kita menemukan kebenaran, makin benar maka makin baik pula perbuatan kita? Apakah manusia yang mempunyai penalaran tinggi, lalu makin berbudi sebab moral mereka dilandasi analisis yang hakiki, ataukah malah sebaliknya: makin cerdas maka makin pandai pula kita berdusta? Menyimak masalah ini, ada baiknya kita memperhatikan imbauan Profesor Ace Partadiredja dalam pidato pengukuhannya selaku guru besar ilmu ekonomi di Universitas Gajah Mada, yang mengharapkan munculnya ilmu ekonomi yang tidak mengajarkan keserakahan?2)
..............................................
1) Taufiq Ismail, Membaca Puisi, Taman Ismail Marzuki, 30-31 Januari 1980.
2) Kompas, 25 Mei 1981.
Unsur-unsur Catatan Kaki
1. Untuk Buku
- Nama pengarang, (editor, penerjemah) ditulis dalam urutan diikuti koma
- Judul buku ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas) dan digarisbawahi
- Nama atau nomor seri (kalau ada)
- Data publikasi : Jumlah jilid dan nomor cetakan (kalau ada), kota penerbit (diikuti titik dua), nama penerbit (diikuti koma), tahun penerbitan. "untuk kota, nama, dan tahun penerbit diletakkan dalam tanda kurung"
- Nomor jilid kalau perlu
- Nomor halaman diikuti titik
2. Untuk Artikel dan Majalah Berkala
- Nama pengarang
- Judul artikel, diantara tanda kutip
Teknik Penulisan
Berikut adalah teknik-teknik penulisan dalam footnote :
- Urutannya: Nama pengarang, judul buku, nama penerbit, kota terbit, tahun terbit, dan nomor halaman.
- Nama pengarang ditulis lengkap, tidak boleh dibalik, dan tanpa gelar akademik.
- Judul buku, masing-masing kata ditulis dengan huruf kapital, dicetak miring, digaris bawah, atau dicetak tebal.
- Tanda baca yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam catatan kaki adalah koma (,).
- Harus disediakan ruang atau tempat secukupnya pada kaki halaman tersebut sehingga margin di bawah tidak boleh lebih sempit dari 3 cm sesudah diketik baris terakhir dai catatan kaki.
- Sesudah baris terakhir dari teks, dalam jarak 3 spasi harus dibuat sebuah garis, mulai dari margin kiri sepanjang 15 ketikkan dengan huruf pika atau 18 ketikkan dengan huruf dite (--).
- Dalam jarak dua spasi dari jenis tadi, dalam jarak 5-7 ketikkan dari margin kiri nomor penunjukkan.
- Langsung sesudah nomor penunjukkan, setengah spasi ke bawah mulai diketik baris pertama dari catatan kaki.
- Jarak antarbaris dalam catatan kaki adalah spasi rapat, sedangkan jarak antarcatatan kaki pada halaman yang sama (kalau ada) adalah dua spasi.
- Baris kedua dari tiap catatan kaki selalu dimulai dari margin kiri.
Thanks to :
http://zonata.praseblog.xyz/2015/12/pengertian-unsur-unsur-teknik-penulisan-pada-catatan-kaki.html
Other links :
http://www.academia.edu/9573909/Makalah_Bahasa_Indonesia_Kutipan_Catatan_Kaki_dan_Daftar_Pustaka
http://hendrafin.blogspot.co.id/2012/12/catatan-aki-definisi-tujuan-dan-cara.html
http://argiatama.blogspot.co.id/2010/11/daftar-pustaka-catatan-kaki-dan-kutipan.html
http://bahasaindonesiayh.blogspot.co.id/2012/06/unsur-unsur-catatan-kaki.html
http://www.peribahasaindonesia.com/penulisan-catatan-kaki-yang-benar/
http://cyberblogsz.blogspot.co.id/2014/02/cara-penulisan-daftar-pustaka-dan.html
Footer/Footnote/Catatan Kaki
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Footer/Footnote/Catatan KakiMinggu, 27 Desember 2015
Author : Unknown
Comments : 0
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Footer/Footnote/Catatan KakiMinggu, 27 Desember 2015
Pengertian Kutipan
Kata "Kutipan" berasal dari kata "Kutip" yang bila dijadikan sebuah kata kerja menjadi "Mengutip" yang berarti, mengambil perkataan atau kalimat dari buku dan sebagainya; memetik karangan dan sebagainya.
Kata "Kutipan" menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dapat diartikan pengambil alihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri.
Prinsip Dalam Mengutip
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan pada saat mengutip sebuah tulisan atau karya dari seseorang, diantaranya :
1. Apabila dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber kutipan kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang kita ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.
2. Dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti yang terkandung dalam sumber kutipan kita. Caranya :
- Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
- Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi.
- Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
- Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai margin kanan).
3. Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
4. Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
5. Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
6. Tidak terlalu banyak menggunakan kutipan langsung (tidak lebih dari 1/4 halaman)
7. Penulis mempertimbangkan jenis tulisan
8. Perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan
Jenis Kutipan
Terdapat 2 jenis kutipan, yaitu "Kutipan Langsung" dan "Kutipan Tidak Langsung". Untuk detail mengenai Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung ini saya akan jelaskan sebagai berikut :
Kutipan Langsung
~> Merupakan kutipan yang sama persis seperti kutipan aslinya, atau sumber yang kita ambil untuk mengutip.
Dalam kutipan langsung kita tidak boleh mengubah apapun dari apa yang kita kutip walaupun dalam karya yang kita kutip terdapat kesalahan. Yang dapat kita lakukan hanyalah dengan menambah tanda [sic!] yang menandakan kita mengutip langsung tanpa editan apapun sehingga apabila dalam kutipan yang kita ambil terdapat kesalahan kita tidak perlu bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ]. Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [huruf miring dari pengutip], [ejaan disesuaikan dengan EYD],dll.
Ada 2 cara dalam menulis kutipan tidak langsung yaitu, Kutipan langsung yang tidak lebih dari 4 baris dan Kutipan langsung yang lebih dari 4 baris :
Kutipan Langsung Tidak Lebih Dari 4 Baris
~> Kutipan ditulis menyatu dengan teks
~> Jarak antar baris 2 spasi
~> Kutipan diapit dengan tanda petik
~> Kutipan diikuti nama akhir pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman.
contoh :
Dalam kenyatannya, tidak ada definisi manajemen yang telah diterima secara universal. ”Menurut Follet (1982:8) manajemen diartikan sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.”
Mangkunegara (2007:86) menyatakan bahwa “benefit adalah nilai keuangan (moneter) langsung untuk pegawai yang secara cepat dapat ditentukan”.
catatan :
Tanda kutipan tunggal (‘…’) digunakan di dalam tanda kutip (“…“), misalkan Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “Ada hubungan yang erat antara rasa ‘PD’ seseorang dengan totalitas pembacaan puisi.”
Kutipan panjang sebagian kalimatnya dihilangkan menggunakan tanda elipsis (…). Tanda ini digunakan untuk menghilangkan bagian kalimat yang kurang diperlukan.
Kutipan Langsung Lebih Dari 4 Baris
~> Kutipan dipisahkan dari teks 2,5 spasi
~> arak antar baris satu spasi
~> Boleh diapit tanda petik ataupun tidak
~> Seluruh kutipan dimasukkan ke dalam 5-7 ketikan
Kutipan Tidak Langsung
~> adalah kutipan yang telah kita ringkas intisarinya dari sumber kutipan aslinya.
Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki, dapat juga dengan sistem catatan langsung (catatan perut ).
~> Ditulis menyatu dengan teks
~> Tidak ada tanda petik
~> Mencantumkan nama akhir pengarang, tahun, dan nomor halaman.
contoh :
Isu Millenium Bug atau yang lebih dikenal dengan istilah Y2K berpengaruh besar terhadap peningkatan penjualan komputer. Di Indonesia, sejak kwartal pertama tahun 2006, penjualan komputer mengalamai peningkatan hingga 50-200 %. Menurut Prasetyo (2008), penjualan Personal Computer (PC) Wearnes meningkat dibandingkan angka penjualan tahun sebelumnya.
Mangkunegara (2007:86) menyatakan bahwa benefit adalah nilai keuangan untuk pegawai dapat ditentukan dengan cepat.
Sumber :
http://akses-ilmu.blogspot.co.id/2013/03/definisi-dan-jenis-kutipan.html
http://hendra-ruslim.blogspot.co.id/2012/11/pengertian-prinsip-dan-jenis-kutipan.html
https://girlycious09.wordpress.com/tag/prinsip-kutipan/
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Wikipedia
Pengertian
1. Outline
Pengertian Outline menurut bahasa adalah : kerangka, regangan, gari besar, atau guratan. Jadi Outline merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.
2. Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan. Kerangka karangan yang belum final di sebut outline sementara sedangkan kerangka karangan yang sudah tersusun rapi dan lengkap disebut outline final.
Kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas, susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.
Fungsi dan Manfaat
- Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan.
- Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting.
- Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis.
- Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
- Untuk menyusun karangan secara teratur.
Syarat Kerangka Karangan Yang Baik
- Tesis atau pengungkapan maksud harus jelas. Pilihlah topik yang merupakan hal yang khas, kemudian tentukan tujuan yang Jelas. Kemudian buatlah tesis atau pengungkapan maksud.
- Tiap unit hanya mengandung satu gagasan. Bila satu unit terdapat lebih dari satu gagasan, maka unit tersebut harus dirinci.
- Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide atau pikiran itu tergambar jelas.
- Harus menggunakan simbol yang konsisten. Pada dasarnya untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan.
Macam-macam Kerangka Karangan
1. Berdasar Sifat Rinciannya
Kerangka karangan Sementara/Non-formal :
- Topiknya tidak kompleks
- Akan segera digarap
Kerangka karangan Formal
- Topiknya sangat kompleks
- Topiknya sederhana, tetapi tidak segera digarap
2. Berdasar Perumusan Teksnya
- Kerangka kalimat
- Kerangka topik
- Gabungan antara kerangka kalimat dan kerangka topik
Pola Susunan Kerangka Karangan
Secara garis besar, pola kerangka karangan dibagi menjadi dua yaitu pola alamiah dan pola logis, berikut akan di jelaskan secara singkat pola susunan kerangka karangan.
1. Pola Alamiah
Merupakan suatu urutan unit–unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Disebut pola alamiah karena memakai pendekatan berdasarkan faktor alamiah yang esensial. Pola alamiah mengikuti keadaan alam yang berdimensi ruang dan waktu.
Pola alamiah terbagi menjadi 3 :
- Urutan Berdasarkan Waktu (kronologis). Urutan kronologis adalah urutan yang didasarkan pada runtunan peristiwa atau tahap-tahap kejadian berdasarkan kronologinya. Peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain.
- Urutan Berdasarkan Ruang (spasial). Urutan spasial merupakan urutan yang didasarkan pada ruang atau tempat yang biasanya digunakan dalam tulisan bersifat deskriptif.
- Topik yang ada. Suatu pola peralihan yang dapat di masukkan dalam pola alamiah adalah urutan berdasarkan topik yang ada . Suatu peristiwa sudah di kenal dengan bagian–bagian tertentu . Untuk menggambarkan hal tersebut secara lengkap, mau tidak mau bagian–bagian itu harus di jelaskan berturut–turut dalam karangan itu, tanpa mempersoalkan bagian mana lebih penting dari lainnya, tanpa memberi tanggapan atas bagian–bagiannya itu.
2. Pola Logis
Tanggapan yang sesuai dengan jalan pikiran untuk menemukan landasan bagi setiap persoalan, mampu di tuang dalam suatu susunan atau urutan logis . Urutan logis sama sekali tidak ada hubungan dengan suatu ciri yang intern dalam materinya, tetapi erat dengan tanggapan penulis.
Dinamakan pola logis karena memakai pendekatan berdasarkan jalan pikir atau cara pikir manusia yang selalu mengamati sesuatu berdasarkan logika. Pola logis dapat dibagi menjadi 6, yaitu :
Urutan Klimaks dan Anti Klimaks
Posisi suatu rangkaian yang penting berada pada akhir rangkaian disebut urutan klimaks. Sedangkan posisi yang yang penting berada di awal karangan disebut anti klimaks.
Kausal
Mencakup dua pola yaitu urutan dari sebab ke akibat dan urutan akibat ke sebab . Pada pola pertama suatu masalah di anggap sebagai sebab, yang kemudian di lanjutkan dengan perincian–perincian yang menelusuri akibat–akibat yang mungkin terjadi. Urutan ini sangat efektif dalam penulisan sejarah atau dalam membicarakan persoalan–persoalan yang di hadapi umat manusia pada umumnya.
Urutan Pemecahan Masalah
Urutan pemecahan masalah dimulai dari suatu masalah tertentu kemudian berkembang menuju kesimpulan umum atau pemecahan suatu masalah tersebut. Landasan pemecahan masalah terdiri dari 3 bagian, yaitu :
- Deskripsi : Mengenai persoalan atau masalah
- Analisa : Mengenai sebab akibat dari persoalan
- Alternatif : Untuk jalan keluar suatu masalah
Umum-Khusus
Dimulai dari pembahasan topik secara menyeluruh (umum), lalu di ikuti dengan pembahasan secara terperinci (khusus).
Familiaritas
Urutan familiaritas dimulai dengan mengemukakan sesuatu yang sudah di kenal, kemudian berangsur–angsur pindah kepada hal–hal yang kurang di kenal atau belum di kenal. Dalam keadaan–keadaan tertentu cara ini misalnya di terapkan dengan mempergunakan analogi.
Akseptabilitas
Urutan akseptabilitas mirip dengan urutan familiaritas. Bila urutan familiaritas mempersoalkan apakah suatu barang atau hal sudah dikenal atau tidak oleh pembaca, maka urutan akseptabilitas mempersoalkan apakah suatu gagasan di terima atau tidak oleh para pembaca, apakah suatu pendapat di setujui atau tidak oleh para pembaca.
Sumber :
Repost From http://praseblog.blogspot.co.id/2015/11/outline-kerangka-karangan-bahasa-indonesia.html
Outline/Kerangka Karangan
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Outline/Kerangka KaranganSelasa, 24 November 2015
Author : Unknown
Comments : 0
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Outline/Kerangka KaranganSelasa, 24 November 2015
TOPIK
Apa itu Topik? menurut Wikipedia, Topik adalah "inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan."
TEMA
Sedangkan pengertian Tema adalah "suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat."
JUDUL
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, "Judul adalah nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku atau bab itu."
Nah, itu merupakan pengertian dari Topik, Tema, dan Judul. Untuk lebih mudahnya lihat perbedaannya digambar ini
Pemilihan Topik atau Tema Yang Baik
1. Menarik Perhatian Penulis
Topik yang menarik perhatian akan memotivasi pengarang atau penulis secara terus-menerus mencari data-data untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Penulis akan didorong agar dapat menyelesaikan tulisan sebaik-baiknya.
2. Harus Dipahami Penulis
Penulis hendaklah mengerti serta mengetahui meskipun baru prinsip-prinsip ilmiahnya. Misalnya asal data yang digunakan berasal dari mana? , metode analisis yang digunakan, dan referensi apa saja yang akan menjadi acuan.
3. Tidak Terlalu baru, teknis, dan kontroversial
Topik yang terlalu baru kemungkinan belum ada referensinyadalam kepustakaan. Topik yang terlalu teknis kemungkinan dapat menjebak penulis jika tidak benar-benar menguasai bahan penulisannya. Begitu juga topik yang kontroversial akan menimbulkan kesulitan untuk bertindak secara objektif.
4. Bermanfaat
Topik yang dipilih hendaknya bermanfaat. Ditinjau dari segi akademis dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat berguna dalam ehidupan sehari-hari maupun dari segi praktis.
5. Jangan Terlalu Luas
Penulis harus membatasi topik yang akan ditulis. Setiap penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup sempit dan terbatas untuk digarap sehingga tulisan bisa fokus dan tepat sasaran.
Syarat-Syarat Judul
1. Asli
Tidak menggunakan judul yang sudah digunakan pada karya lain
2. Relevan
Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda ( harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut)
3. Provokatif
Judul tidak boleh terlalu sederhana, sehingga(calon) pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, kalau(calon) pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi.
4. Singkat
Judul tidak boleh bertele-tele, harus singkat dan langsung pada inti yang ingin dibicarakan sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat tercermin lewat judul.
5. Berbentuk Frasa
6. Awal Kata Berbentuk Kapital
7. Tanpa Tanda Baca Diakhir Judul
8. Logis dan Sesuai Dengan Isi
Sumber
https://hadi27.wordpress.com/pengertian-topik-dan-judul/
https://azizturn.wordpress.com/2009/11/14/pemilihan-topik/
KBBI
Wikipedia
TOPIK, TEMA, DAN JUDUL
Tag :
B. Indonesia
Read Post : TOPIK, TEMA, DAN JUDULSenin, 16 November 2015
Author : Unknown
Comments : 0
Tag :
B. Indonesia
Read Post : TOPIK, TEMA, DAN JUDULSenin, 16 November 2015
Kita mungkin sering atau pernah mendengar istilah alinea. Ya, alinea ini mungkin lebih sering kita dengar dengan sebutan paragraf. Sebenarnya apakah anda tahu apa itu alinea atau paragraf? Apa saja fungsi dari paragraf itu? Dan syarat-syarat apa saja yang harus diperhatikan dalam sebuah paragraf? Saya akan menjelaskannya dalam pos kali ini....
Apa itu Paragraf/Alinea..?
Menurut Wikipedia, "Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos, "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. Terkadang baris pertama dimasukkan; kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai baris baru. Dalam beberapa hal awal paragraf telah ditandai oleh pilcrow (¶)."
Adapun beberapa pendapat yang saya dapatkan mengenai apa itu paragraf,
"Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat."
"Alinea atau Paragraf adalah kesatuan pikiran yang lebih luas daripada kalimat, berupa penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema. Meskipun demkian, ada juga alinea yang hanya terdiri dari satu kalimat saja."
Syarat Paragraf
- Kesatuan Paragraf, Sebuah paragraf dikatakan mempunyai kesatuan jika seluruh kalimat dalam paragraf hanya membicarakan satu ide pokok ,satu topik / masalah. Jika dalam sebuah paragraf terdapat kalimat yang menyimpang dari masalah yang sedang di bicarakan, berarti dalam paragraf itu terdapat lebih dari satu ide atau masalah.
- Kepaduan Paragraf, Seperti halnya kalimat efektif , dalam paragraf ini juga dikenal istilah kepaduan atau koherensi. Kepaduan paragraf akan terwujud jika aliran kalimat berjalan mulus dan lancar serta logis. Untuk itu, cara repetisi, jasa kata ganti dan kata sambung, serta frasa penghubung dapat dimanfaatkan.
Manfaat Paragraf
Bagi Penulis :
- Paragraf memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan satu tema dari tema yang lain dalam teks
- Paragraf merupakan wadah untuk mengungkapkan sebuah idea tau pokok pikiran secara tertulis
- Paragraf harus memisahkan setiap unit pikiran yang berupa ide, sehingga tidak terjadi percampuran diantara unit pikiran penulis
- Penulis tidak cepat lelah dalam menyelesaikan sebuah karangan dan termotivasi masuk ke dalam paragraf berikutnya
- Paragraf dapat dimanfaatkan sebagai pembatas antara bab karangan dalam satu kesatuan
Bagi Pembaca :
- Dengan memisahkan atau menegaskan perhentian secara wajar dan formal, pembaca dengan jelas memahami gagasan utama paragraf penulis
- Pembaca dengan mudah “menikmati” karangan secara utuh, sehingga memperoleh informasi penting dan kesanyang kondusif
- Pembaca sangat tertarik dan bersemangat membaca paragraf karena tidak membosankan atau tidak melelahkan
- Pembaca dapat belajar bagaimana cara menarik untuk menyampaikan sebuah gagasan dalam paragraf tulis
- Pembaca merasa tertarik dan termotivasi cara menjelaskan paragraph tidak hanya dengan kata-kata, Tetapi dapat juga dengan gambar,bagan, diagram, grafik,dan kurva
Macam-macam Paragraf
Bedasarkan satuan karangannya :
- Paragraf pembuka yang terdapat pada awal karangan sebagai pengantar pokok pikiran penulis yangditempatkan pada bagian pendahuluan
- Paragraf isi adalah paragraph yang menguraikan pokok masalah dalam karangan, yaitu bagian isi atau uraian karangan
- Paragraf penutup adalah paragraf yang menyimpulkan atau mengakhiri sebuah karangan, yaitu bagian penutup atau kesimpulan
Berdasarkan Sudut Pandang Sifat Tujuan Karangan :
- Paragraf eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan atau memaparkan pokok masalah
- Paragraf argumentative adalah paragraf yang mengemukakan suatu pikiran dengan alasan logis
- Paragraf deskriptif adalah jenis paragraf yang memerikan suatu suasana, area, dan benda
- Paragraf naratif adalah jenis paragraf yang menceritakan suatu masalah
- Paragraf persuasive adalah jenis paragraf yang memengaruhi atau merajuk orang tentang sesuatu
Bedasarkan Dari Posisi Kalimat Topik :
- Paragraf deduktif adalah jenis paragraf yang menempatkan kalimat topik pada awal paragraf
- Paragraf induktif adalah jenis paragraf yang menempatkan kalimat topik pada akhir paragraf
- Paragraf deduktif-induktif adalah jenis paragraf yang menempatkan kalimat topik pada awal dan akhir paragraf
- Paragraf ineratif adalah jenis paragraf yang meletakkan kalimat topik pada tengah paragraf
- Paragraf tanpa kalimat topik adalah paragraf yang menyeimbangkan paragraf yang melebihi satu paragraf
Berdasarkan Metode Pengambangan Paragraf :
- Paragraf menerangkan
- Paragraf merinci
- Paragraf contoh
- Paragraf buktian
- Paragraf pertanyaan
- Paragraf perbandingan
- Paragraf sebab akibat
Sumber :
http://ellopedia.blogspot.co.id/2010/09/paragraf.html
http://capungtempur.blogspot.co.id/2010/11/pengertian-alinea-dan-jenis-jenis.html
http://fitriharsono.blogspot.co.id/2013/10/alinea-atau-paragraf.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Paragraf
Buku Modul Bahasa Indonesia
PARAGRAF/ALINEA
Tag :
B. Indonesia
Read Post : PARAGRAF/ALINEASabtu, 07 November 2015
Author : Unknown
Comments : 0
Tag :
B. Indonesia
Read Post : PARAGRAF/ALINEASabtu, 07 November 2015
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita melakukan komunikasi dengan orang lain maupun itu teman, guru, dosen, orang tua, pacar, dan lainnya. Namun bila kita perhatikan dengan seksama, banyak sekali kalimat yang kita ucapkan dalam berkomunikasi itu adalah kalimat yang tidak efektif.
Apa itu kalimat efektif..?
Kalimat efektif merupakan kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pemikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis. Panjang bener pengertiannya ya? kalau pendapat saya simpel, Kalimat efektif adalah kalimat yang dalam penggunaan katanya tepat dan tidak boros dalam penggunaan kata sehingga mudah dimengerti oleh pendengar atau pembaca.
Contoh : "Untuk bapak kepala sekolah waktu dan tempat saya persilahkan"
Itu merupakan contoh kalimat tidak efektif, sedangkan bentuk kalimat efektifnya adalah bisa hanya dengan "Untuk bapak kepala sekolah saya persilahkan"
Ciri-ciri dari kalimat efektif
- Bentuk kata harus sesuai EYD
- Struktur kalimat tepat
- Kesejajaran
- Kontaminasi
- Pleonasme
- Kata baku
- Kelogisan
- Selalu menggunakan EYD
Bentukan Kata
Salah satu penyebab kalimat tidak efektif adalah penggunaan bentukan kata berimbuhan yang tidak tepat.
Contoh : Anak-anak melempari batu ke dalam sungai
Kalimat tersebut tidak efektif karena menggunakan imbuhan yang tidak tepat. Akhiran –i pada kata melempari pada kalimat 1 membutuhkan objek yang bergerak.
Perbaikan : Anak-anak melemparkan batu ke dalam sungai
Struktur Kalimat
Penyebab lain ketidakefektifan kalimat adalah pemakaian struktur kalimat yang tidak tepat. Misalnya, penempatan subjek dan predikat yang tidak jelas.
Contoh:
1. Di antara ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat.
2. Kalau lulus ujian, maka saya akan mengadakan syukuran.
Kalimat 1 tersebut tidak efektif karena tidak ada subjeknya. Subjek kalimat tersebut terganggu oleh adanya preposisi di. Sementara pada kalimat 2 induk kalimat saya akan mengadakan syukuran terganggu oleh munculnya konjungsi maka.
Perbaikannya :
1. Ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat
2. Kalau lulus ujian, saya akan mengadakan syukuran.
Kesejajaran
Kesejajaran berarti kesamaan bentuk kata yang digunakandalam kalimat. Bila bentuk pertama menggunakan kata kerja, bentuk selanjutnya juga harus kata kerja. Dan seterusnya.
Contoh:
1. Tugas para pekerja itu adalah mengecat rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2. Kegiatan hari ini adalah mengedit karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.
Perbaikannya :
1. Tugas para pekerja itu adalah pengecatan rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2. Kagiatan hari ini adalah pengeditan karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.
Kontaminasi
Dalam bidang bahasa, kontaminasi berarti kerancuan atau kekacauan penggunaan kata, frasa, maupun kalimat.
Contoh:
1. Di yayasan itu dipelajarkan berbagai keterampilan wanita.
2. Kita harus mengeyampingkan urusan pribadi kita.
3. Buku itu sudah dibaca oleh saya.
Pada kalimat 1 dan 2 terdapat kerancuan bentuk kata dipelajarkan dan mengeyampingkan sedangkan pada kalimat 3 terjadi kerancuan bentuk kalimat pasif.
Perbaikannya:
1. Di yayasan itu dipelajari berbagai keterampilan wanita.
2. Kita harus mengesampingkan urusan pribadi kita.
3. Buku itu sudah saya baca.
Pleonasme
Gejala pleonasme berarti menggunakan kata-kata yang berlebihan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh:
1. Pada zaman dahulu kala, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh.
2. Kesehatannya telah pulih kembali.
Kedua kalimat tersebut menggunakan kata yang berlebihan. Pada kalimat 1 kata zaman = waktu = kala, jadi cukup digunakan salah satu saja, sedangkan pada kalimat kedua kata pulih = kembali seperti semula.
Perbaikannya :
1. Pada zaman dahulu, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh.
2. Kesehatannya telah pulih.
Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis atau masuk akal.
Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)
Sumber :
http://zabidin1993.blogspot.co.id/2013/11/kalimat-efektif.html
https://bahasakubahasamu.wordpress.com/2012/01/30/kalimat-efektif/
KALIMAT EFEKTIF
Tag :
B. Indonesia
Read Post : KALIMAT EFEKTIFMinggu, 01 November 2015
Author : Unknown
Comments : 0
Tag :
B. Indonesia
Read Post : KALIMAT EFEKTIFMinggu, 01 November 2015
APA ITU KALIMAT?
Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat. Kalimat merupakan kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan.
UNSUR-UNSUR KALIMAT
Subjek
Subjek merupakan bagian kalimat yang menunjukkan pelaku/masalah. Biasanya berupa kata benda/frasa (konkret/abstrak) yang merujuk kepada benda. Selain itu, subjek akan dapat menjawab suatu pertanyaan dengan menggunakan kata tanya, apa dan siapa.
Contoh
Dzaky sedang menonton anime
S
Predikat
Predikat merupakan bagian kalimat yang akan memberitahukan tindakan/keadaan dari subjek yang biasanya berupa kata/frasa. Predikat dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dengan kata tanya mengapa dan bagaimana.
Contoh
Dzaky sedang menonton anime
P
Objek
Objek merupakan bagian kalimat yang melengkapi predikat yang biasanya berjenis nomina, frasa, dan klausa. Objek dapat diubah menjadi subjek jika kalimat tersebut dipasifkan (dirubah dari aktif menjadi pasif).
Contoh
Dzaky sedang menonton anime
O
Pelengkap
Pelengkap juga bagian kalimat yang melengkapi predikat. Biasanya berjenis kata/frasa nominz, frasa adjektiva dan frasa preposisional.
Contoh
Dia membelikan pacarnya boneka kucing
Pel
Keterangan
Keterangan merupakan bagian kalimat yang akan menerangkan berbagai hal tentang konjungsi (kata hubung).
Contoh
Ayah mengikuti seminar diinggris
Ket
Sumber
https://freezcha.wordpress.com/2010/05/07/kalimat/
Unsur Kalimat
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Unsur KalimatJumat, 16 Oktober 2015
Author : Unknown
Comments : 0
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Unsur KalimatJumat, 16 Oktober 2015
PENGERTIAN DIKSI
Diksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan Indonesia adalah pilihan kata yg tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Fungsi diksi adalah :
- Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.
- Untuk mencapai target komunikasi yang efektif
- Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
- Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca
Elemen-elemen pada Diksi
- Fonem, bunyi bahasa yang berbeda atau mirip kedengarannya.
- Silabel, atau suku kata adalah satuan ritmis terkecil dalam suatu arus ujaran atau runtutan bunyi ujaran. Satu silabel biasanya meliputi satu vokal dan satu konsonan atau lebih. Silabel mempunyai puncak kenyaringan (sonoritas)yang atuh pada vokal. (Chaer, 1994:123)
- Konjungsi, atau kata sambung adalah kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan, atau kalimat-kalimat dan sebagainya, dan tidak untuk tujuan atau maksud lain.
- Hubungan
- Kata benda
- Kata Kerja
- Infleksi, perubahan bentuk kata (dalam bahasa fleksi) yang menunjukkan berbagai hubungan gramatikal (seperti deklinasi nomina, pronomina, adjektiva, dan konjugasi verba)
- Uterans, sub elemen dari fungsionalitas Diksi, dan mempengaruhi Diksi berdasarkan kemampuan bahasa dengan kriteria penggunaan dan pemahaman yang jelas dan efektif.
Makna Kata
- Makna Denotasi, merupakan makna kata yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau sesuai dengan makna kamus.
- Makna Konotasi, yaitu makna lain atau makna yang bukan sebenarnya yang mungkin hanya dapat dimengerti oleh beberapa orang saja yang bersangkutan.
- Makna leksikal dan makna gramatikal, Yaitu makna yang sesuai dengan hasil observasi atau yang memang nyata dalam kehidupan. Contoh: bakteri Salmonella sp. Menyebabkan penyakit tipus. Sedangkan makna gramatikal yaitu makna kata yang menyatakan makna jamak, menunjukkan suatu jumlah. Contoh: ada buku-buku baru di perpustakaan. Artinya ialah banyak buku baru yang datang di perpustakaan.
- Makna referensial dan non-referensial, Yang dimaksud dengan makna referensial yaitu kata yang mengacu atau menunjukkan kepada sesuatu. Contoh: buku biologi ada di Rak no. 7. Kata “rak no.&” merupakan frase yang menunjukkan makna referensial. Sedangkan makna nonreferensial adalah kebaikan dari kata referensial. contoh: baru saja aku membaca buku itu, tetapi aku lupa meletakkannya. Kata “tetapi” merupakan kata yang menunjukkan makna nonreferensial.
- Makna konseptual dan asosiatif, Makna konseptual merupakan makna suatu kata yang menunjukkan deskripsi kata tersebut. Contoh: pangeran pergi menunggang unta. Kata “unta” memilki makna konseptual yaitu binatang gurun berkaki empat yang dapat dijadikan sebagai alat transportasi. Sedangkan makna asosiasi merupakan makna kata yang menunjukkan hubungan yang terkait dengan kata tersebut. Contoh: kata merah memiliki hubungan berani sedangkan kata merpati dihubungkan (asosiasi) dengan kesetiaan.
- Makna kata dan makna istilah, Makna kata akan terlihat jelas ketika kata tersebut digunakan dalam sebuah kalimat. contoh: kata “dingin” dapat berarti mengenai suhu atau cuaca, atau menunjukkan sikap seseorang. Sementara itu makna istilah merupakan makna yang bersifat pasti atau mutlak. Hal ini karena makna istilah hanya digunakan dalam bidang-bidang tertentu. Contoh: kata dingin di atas jika digunakan dalam bidang ilmu pengetahan alam maka memiiki makna pasti menunjukkan suatu suhu.
Syarat ketepatan diksi
- Membedakan makna denotasi dan konotasi dengan cermat, denotasi yaitu kata yang bermakna lugas dan tidak bermakna ganda. Sedangkan konotasi dapat menimbulkan makna yang bermacam-macam, lazim digunakan dalam pergaulan, untuk tujuan estetika dan kesopanan.
- Membedakan secara cermat makna kata yang hampir bersinonim, kata yang hampir bersinonim, Contohnya : adalah, ialah, yaitu, merupakan, dalam pemakaiannya berbeda-beda.
- Membedakan makna kata secara cermat kata yang mirip ejaannya, Contohnya: inferensi (kesimpulan) dan interferensi (saling mempengaruhi), sarat (penuh, bunting) dan syarat (ketentuan).
- Tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri, jika pemahaman belum dapat dipastikan, pemakai kata harus menemukan makna kata yang teapt dalam kamus, Contohnya: modern sering diartikan secara subjektif canggih menurut kamus modern berarti terbaru atau mutakhir; canggih berarti banyak cakap, suka mengganggu, banyak mengetahui, bergaya, intelektual.
- Menggunakan imbuhan asing (jika diperlukan) harus memahami maknanya secara tepat, Contohnya: dilegalisir seharusnya dilegalisasi, koordinir seharusnya koordinasi.
- Menggunakan kata-kata idiomatik berdasarkan susunan (pasangan) yang benar, Contohnya: sesuai bagi seharusnya sesuai dengan.
- Menggunakan kata umum dan kata khusus secara cermat. Untuk mendapatkan pemahaman yang spesifik karangan ilmiah sebaiknya menggunakan kata khusus, Contohnya: mobil (kata umum) corolla (kata khusus, sedan buatan Toyota).
- Menggunakan kata yang berubah makna dengan cermat, Contohnya: isu (berasal dari bahasa Inggis tissue berarti publikasi, kesudahan, perkara) isu (dalam bahasa Indonesia berarti kabar yang tidak jelas asal-usulnya, kabar anginm desas-desus).
- Menggunakan dengan cermat kata bersinonim (Contohnya: pria dan laki-laki, saya dan aku, serta buku dan kitab); berhomofoni (Contohnya: bang dan bank, ke tahanan dan ketahanan); dan berhomografi (Contohnya: apel buah, apel upacara).
- Menggunakan kata abstrak dan kata konkret secara cermat, kata abstrak (konseptual, Contohnya: pendidikan, wirausaha, dan pengobatan modern) dan kata konkret atau kata khusus (Contohnya: mangga, sarapan, dan berenang).
Sumber :
http://hadisetiyadi.blogspot.co.id/2014/10/diksi-pilihan-kata.html
http://www.kelasindonesia.com/2015/05/pengertian-diksi-dan-contohnya-lengkap.html
https://disclamaboy.wordpress.com/2012/11/02/diksi-pengertian-dan-macam-macamnya/
http://goposmile.blogspot.co.id/2012/01/diksi.html
KBBI
https://id.wikipedia.org/wiki/Konjungsi_(bahasa)
https://copiikhan.wordpress.com/2010/03/12/suku-kata-silabel/
https://gocengbro.wordpress.com/bahasa-indonesia-dalam-diksi/
https://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa/Fonem
Tugas 3 "DIKSI"
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Tugas 3 "DIKSI"Minggu, 11 Oktober 2015
Author : Unknown
Comments : 1
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Tugas 3 "DIKSI"Minggu, 11 Oktober 2015
DEFINISI RAGAM BAHASA
Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terbentuk
karena pemakaian bahasa. Pemakaian bahasa itu dibedakan berdasarkan
media yang digunakan topik pembicaraan, dan sikap pembicaranya. Sedangkan menurut pengertian lain :
Menurut Bachman
“Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan,menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990)"
Menurut Dendy Sugono
"Bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku (Dendy Sugono, 1999)"
MACAM-MACAM RAGAM BAHASA
Berdasarkan media untuk menghasilkan bahasa :
- Ragam bahasa lisan, ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, dengan fonem sebagai unsur dasar dan identik dengan pelafalan.
- Ragam bahasa tulis, ragam bahasa yang ditulis atupun tercetak. Ragam tulis terbagi menjadi 2, yaitu standar dan non-standar. Ragam tulis standar dapat ditemukan dalam buku pelajaran, majalah, teks, surat kabar. Sedangkan ragam tulis non-standar dapat ditemukan dalam majalah remaja, iklan, atau poster.
Berdasarkan pokok pembicaraan
- Ragam bahasa undang-undang
- Ragam bahasa jurnalistik
- Ragam bahasa ilmiah
- Ragam bahasa Sastra
Berdasarkan hubungan antarpembicara
- Ragam bahasa resmi
- Ragam bahasa akrab
- Ragam bahasa agak resmi
- Ragam bahasa santai
Berdasarkan penutur
- Berdasarkan daerah (logat/dialek)
- Berdasarkan pendidikan penutur
- Berdasarkan sikap penutur
FAKTOR YANG MENIMBULKAN RAGAM BAHASA
Faktor Budaya
Setiap daerah mempunyai perbedaan kultur atau daerah hidup yang berbeda seperti wilayah Jawa dan Papua dan beberapa wilayah Indonesia lainnya
Faktor Sejarah
Setiap daerah mempunyai kebiasaan dan bahasa nenek moyang sendiri - sendiri dan berbeda - beda.
Faktor Perbedaan Demografi
Setiap daerah memiliki dataran yang berbeda seperti wilayah di daerah pantai, pegunungan yang biasanya cenderung mengunakan bahasa yang singkat jelas dan dengan intonasi volume suara yang besar. Berbeda dengan pada pemukiman padat penduduk yang menggunakan bahasa lisan yang panjang lebar dikarenakan lokasinya yang saling berdekatan dengan intonasi volume suara yang kecil.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa
https://www.academia.edu/9534983/MAKALAH_BAHASA_INDONESIA_RAGAM_BAHASA_
https://imamsetiyantoro.wordpress.com/tag/macam-macam-ragam-bahasa/
http://ug-komputer.blogspot.co.id/2014/09/keragaman-bahasa-indonesia-penyebab.html
E-book Kemdikbud 2013
Buku Bahasa Indonesia Tri Wahyu R.N.
https://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa
https://www.academia.edu/9534983/MAKALAH_BAHASA_INDONESIA_RAGAM_BAHASA_
https://imamsetiyantoro.wordpress.com/tag/macam-macam-ragam-bahasa/
http://ug-komputer.blogspot.co.id/2014/09/keragaman-bahasa-indonesia-penyebab.html
E-book Kemdikbud 2013
Buku Bahasa Indonesia Tri Wahyu R.N.
Tugas 2 "RAGAM BAHASA"
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Tugas 2 "RAGAM BAHASA"Sabtu, 03 Oktober 2015
Author : Unknown
Comments : 0
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Tugas 2 "RAGAM BAHASA"Sabtu, 03 Oktober 2015
Apa Itu Bahasa?
Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk berkomunikasi. Mereka menunjukan bahwa ada cara-cara tertentu untuk berkomunikasi yang telah disepakati bersama, seperti lukisan, asap api, bunyi gendang dan sebagainya. Tetapi mereka juga harus mengakui alat-alat tersebut mengandung banyak kelemahan. Sedangkan Bahasa menurut beberapa ahli :- Pengertian Bahasa menurut (Depdiknas, 2005 : 3), Bahasa pada hakikatnya adalah ucapan pikiran dan perasaan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya.
- Pengertian Bahasa menurut Harun Rasyid, Mansyur dan Suratno (2009 : 126), Bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda menyimpulkan suatu tujuan.
- Bahasa menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Hasan Alwi, 2002: 88) bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik.
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan oleh bangsa kita sebagai alat komunikasi dan juga bahasa resmi Negara Republik Indonesia yang sudah diresmikan pada kongres pemuda I 27-28 Oktober 1928 di Jakarta, dengan bunyi sebagai berikut :
- Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
- Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
- Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Fungsi Bahasa
Sebagai Ekspresi Diri
Fungsi Bahasa sebagai ekspresi diri maksudnya adalah sebagai cara untuk mengungkapkan perasaan melalui bahasa yang diucapkan maupun berkomunikasi. Unsur-unsur yang mendorong adanya Ekspresi Diri antara lain :
- Untuk menarik perhatian orang lain terhadap kita
- Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi
Sebagai Alat Komunikasi
Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yaitu sarana penyampaian informasi kepada orang lain secara lisan maupun tulisan mengenai apapun yang ingin kita sampaikan agar orang dapat mengerti maksud dan tujuan yang kita inginkan tampa menghindari tata bahasa yang sudah ada.
Integrasi dan Adaptasi Sosial
Bahasa sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial adalah Ppada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi.
Alat Kontrol Sosial
Bahasa sebagai alat Kontrol Sosial adalah bahasa dapat mempengaruhi seseorang dari sikap, tingkah laku, serta tutur kata. Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri kita sendiri begitu juga pada masyarakat.
KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA
Sebagai Bahasa Nasional
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mulai dikenal sejak 17 Agustus 1945 ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Dalam kedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional atau lambang kebangsaan. Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan. Melalui bahasa nasional, bangsa Indonesia menyatakan harga diri dan nilai-nilai budaya yang dapat dijadikan pegangan hidup. Atas dasar kebanggaan ini, bahasa Indonesia dipelihara dan dikembangkan oleh bangsa Indonesia.
Sebagai Bahasa Negara
Dengan berlakunya Undang-undang Dasar 1945, bertambah pula kedudukan bahasa Indonesia, yaitu sebagai bahasa negara. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia dipakai dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan, baik secara lisan maupun tulis. Dokumen-dokumen, undang-undang, peraturan-peraturan, dan surat-menyurat yang dikeluarkan oleh pemerintah dan instansi kenegaraan lainnya ditulis dalam bahasa Indonesia. Pidato-pidato kenegaraan ditulis dan diucapkan dengan bahasa Indonesia.
Sumber :http://adhika-rmd.blogspot.co.id/2011/10/bahasa-indonesia-sebagai-bahasa.htmlhttp://ranesda.blogspot.co.id/2013/11/fungsi-bahasa-sebagai-alat-komunikasi.htmlhttp://www.kajianteori.com/2013/03/pengertian-bahasa-menurut-ahli.htmlKamus Besar Bahasa IndonesiaBuku Bahasa Indonesia, penulis Tri Wahyu R.N.
Tugas 1 "FUNGSI BAHASA"
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Tugas 1 "FUNGSI BAHASA"Selasa, 22 September 2015
Author : Unknown
Comments : 0
Tag :
B. Indonesia
Read Post : Tugas 1 "FUNGSI BAHASA"Selasa, 22 September 2015










